KATARAK KONGENITAL

Katarak kongenital pada bayi terjadi ketika lensa mata terhalang oleh noda semacam kabut. Hal ini kemudian menghalangi cahaya yang masuk ke mata. Tidak sekadar mengganggu penglihatan, katarak dapat menyebabkan kebutaan. Katarak kongenital dapat terjadi pada kedua mata atau hanya pada salah satu mata.


Beberapa gejala katarak kongenital pada bayi yang dapat terdeteksi, yaitu:

  • Terdapat bintik putih atau abu-abu yang berbayang menghalangi bagian pupil mata.

  • Gerakan mata yang tidak terkontrol atau dikenal dengan sebutan nistagmus.

  • Bola mata bergerak ke arah berbeda atau juling.

  • Bayi seperti tidak sadar pada kondisi visual lingkungan sekitar, terutama jika katarak terjadi pada kedua matanya.

              

        

Perawatan Pada Bayi Katarak

Katarak pada bayi biasanya baru terdeteksi pada usia 6-8 minggu. Jika katarak kongenital tergolong ringan dan tidak memengaruhi penglihatan, ada kemungkinan tidak diperlukan penanganan khusus. Pada katarak kongenital sedang hingga berat yang mengganggu penglihatan, umumnya memerlukan operasi katarak. 

                                     Sumber image mediaindonesia.com

Diambil dari https://www.alodokter.com/yang-perlu-diketahui-tentang-katarak-pada-bayi

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

SHARE IT